Andi Soraya merupakan salah satu bintang panas Indonesia yang cukup menantang.Siapa tak kenal Andi Soraya. Sosok kontroversial ini kerap membintangi sejumlah film berbumbu adegan syur. Setelah tahun lalu sukses dengan film Susuk Pocong dan Mau Dong Ah, awal tahun ini aktris 33 tahun itu kembali berakting dalam film horor bertajuk Hantu Puncak Datang Bulan.Dalam film yang rilis 4 Februari mendatang, Andi Soraya mengumbar tubuhnya pada sejumlah adegan. "Bisa dibilang, ini film pertama aku yang membutuhkan totalitas lebih dari biasanya. Banyak adegan yang lebih berani," paparnya ketika ditemui dalam acara syukuran filmnya itu di Planet Hollywood kemarin (28/1).
Menurut mantan kekasih aktor Steve Emmanuel itu, film karya sineas Steady Rimba tersebut tidak hanya mengumbar adegan sensual. "Juga ada humor dan horor dengan art yang cukup luar biasa," imbuh aktris 33 tahun itu.
Dalam film tersebut, Andi beradu peran dengan Ferly Saputra, kekasihnya sendiri. Menurut Andi, syuting film itu terjadi sebelum mereka menjalin hubungan. Justru, kata dia, chemistry antara dirinya dan Ferly tumbuh kala sama-sama membintangi film tersebut.
"Mungkin karena ada lumayan banyak adegan cinta sama dia ya, jadinya ngerasa nyambung dan akhirnya cinlok," ujar dia yang diiringi anggukan sang kekasih yang juga hadir dalam acara syukuran tersebut.
Ketika disinggung suka-duka menjalin cinta dengan pria yang lebih muda sebelas tahun dari usianya, Andi mengatakan banyak mengalami suka. Menurut Andi, karakter Ferly yang suka bercanda dan kekanak-kanakan justru menarik hatinya. Wanita kelahiran 18 Juni 1976 itu menyukai cara Ferly menyikapi persoalan.
"Mungkin karena dia masih muda, otaknya masih bebas. Jadi kalau ada masalah, ya nggak gitu dipikir, dia langsung ngajak jalan atau makan," paparnya. "Kalau disebut, ini adalah hubungan serius yang having fun," tambahnya.
Sinopsis film Hantu Puncak Datang Bulan
Film Hantu Puncak Datang Bulan ini bercerita tentang sebuah rumah yang dulunya adalah sebuah bangunan lama yang sempat kosong tanpa penghuni. Rumah tersebut akhirnya dijual oleh pemiliknya karena ia selalu teringat akan kematian anak kesayangannya, Putri. Saat itu, pacar Putri marah karena keinginannya tidak terpenuhi. Putri sedang lemah karena ia sedang haid, dikejar oleh sang pacar, tanpa ampun ia kemudian memukul Putri hingga terjatuh dan meninggal. Pacar Putri pun kena setrum dan akhirnya ia juga meninggal
Si pemilik baru dari rumah tersebut kemudian menyewakan rumahnya sebagai kos-kosan. Beberapa orang lalu menyewa rumah itu. Namun rupanya sejak saat itulah, orang-orang yang tinggal di rumah tersebut, selalu diganggu oleh hantu. Pemilik rumah mencoba memanggil paranormal untuk mengusir hantu–hantu itu, tapi gagal sayangnya gagal. Bahkan ayah putri pun berusaha mengusir arwah anaknya dan kekasihnya dari rumah itu namun juga gagal.









